Pakar Nilai Sinyal Jokowi Restui Airlangga Hartarto Semakin Kuat

Jakarta – Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai sinyal keretakan antara Presiden Joko Widodo dengan PDI Perjuangan semakin kuat. Kondisi ini, menurut Hendri, terlihat dari kepercayaan Jokowi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Selama pandemi menyerang Indonesia, Airlangga juga kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu diberikan tanggung jawab besar, seperti menjadi Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Airlangga juga diminta menjadi panglima penerapan PPKM, bersama Luhut Binsar Pandjaitan yang juga kader Golkar. Dampaknya positif, Airlangga berhasil mencatatkan beragam pencapaian, seperti mengeluarkan Indonesia dari resesi ekonomi.

“Pandemi Covid-19 itu sangat diperhatikan masyarakat. Tokoh yang berhasil menyelesaikan pandemi, sudah otomatis mendapat panggung politik yang bagus di mata masyarakat,” kata Hensat, Hendri Satrio karib disapa, Senin (9/8/2021).

Di sisi lain, Hendri juga mengakui jika Airlangga merupakan calon kuat untuk melenggang di Pemilu 2024.

Indikasi yang muncul kemudian adanya restu dari Jokowi kepada Airlangga untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan.

“Jokowi terlihat ikut ikut serta menentukan siapa calon penggantinya. Buktinya, ketika bertemu relawan, dia menginstruksikan untuk tidak cepat-cepat menentukan pilihan, tunggu arahan,” ungkap penggagas lembaga survei KedaiKopi itu.

Hal serupa juga sempat diutarakan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. Pangi menilai jalan Airlangga maju di pilpres makin mulus, imbas restu dari Jokowi.

“Airlangga itu menteri kesayangan Jokowi. Jadi bisa saja Jokowi restui Airlangga. Chemistry mereka juga saya perhatikan dapat dan sejalan,” kata Pangi kepada kepada media.

Menurut Pangi, restu Istana dilatari keberhasilan Airlangga mengatasi beragam persoalan ekonomi, termasuk pandemi Covid-19.

“Yang jelas, Airlangga Hartarto sudah punya otoritas tiket (ikut kontestasi Pilpres 2024). Ketua umum itu sudah memiliki kans menjadi calon presiden (capres). Ketua umum dipersiapkan untuk tiket capres atau cawapres,” ujar Pangi. (tribunnews)